Selasa, 04 Desember 2012

MOBILITAS SOSIAL


MOBILITAS SOSIAL
A.    PENGERTIAN MOBILITAS SOSIAL
  Mobilitas sosial merupakan gerak perpindahan seseorang dari satu tempat ketempat lain atau dari suatu strata ke strata lain. Mobilitas sosial merupakan gerak perpindahan seseorang dari satu tempat ke tempat lain atau dari suatu strata ke strata lain.
B.     JENIS- JENIS MOBILITAS SOSIAL
1.      Mobilitas social horizontal
  Mobilitas sosial horizontal diartikan sebagai suatu peralihan individu atau objek-objek sosial lain dari kelompok sosial satu ke kelompok sosial lain yang masih sederajat. Adanya gerak sosial horizontal, tidak menyebabkan terjadinya perubahan dalam derajat kedudukan seseorang ataupun suatu objek sosial.
2.    Mobilitas social vertical
  Berbeda dengan mobilitas sosial horizontal, mobilitas sosial vertical merupakan perpindahan individu atau objek sosial dari satu kedudukan ke kedudukan lain yang sifatnya tidak sederajat. Dalam sosiologi dikenal dua bentuk mobilitas sosial berdasarkan arahnya, yaitu social climbing dan social sinking.
a.       Social climbing
 Mobilitas ini berlangsung manakala terjadi peningkatan kedudukan  sosial seseorang dalam masyarakat.
Mobilitas vertikal naik mempunyai dua bentuk  utama, yaitu:
1)      Masuknya orang-orang berstatus sosial rendah ke dalam lapisan sosial yang lebih tinggi. Misalnya, seorang pegawai  biasa dinaikkan kedudukannya untuk mengisi jabatan manajer  yang kosong.
2)      Terbentuknya suatu lapisan sosial baru yang lebih tinggi.  Misalnya, sejumlah tukang becak sepakat membentuk suatu  perkumpulan dan mereka menunjuk salah satu rekan mereka  untuk menjadi ketua.
b.      Social sinking
  Berbeda dengan gerak sosial vertikal naik, gerak sosial vertikal  menurun ini berlangsung manakala terjadi perpindahan  kedudukan sosial seseorang atau kelompok masyarakat dari  lapisan sosial tinggi ke lapisan sosial yang lebih rendah. Mobilitas  vertikal menurun mempunyai dua bentuk utama, yaitu:
1)      1) Turunnya kedudukan individu ke kedudukan yang derajatnya  lebih rendah, misalnya seorang juragan tekstil mendadak  menjadi pengangguran karena pabrik tekstil yang telah   dimilikinya bertahun-tahun hangus terbakar.
2)      Tidak dihargainya lagi suatu kedudukan sebagai lapisan sosial  atas. Misalnya, perkembangan yang semakin maju menjadikan  gelar bangsawan seseorang tidak dipergunakan sebagai salah  satu kriteria dalam strata sosial.
C.     SALURAN MOBILITAS SOSIAL
  Berikut ini saluran-saluran terpenting dari mobilitas sosial.
a. Angkatan Bersenjata
Peranan angkatan bersenjata sangat penting dalam masyarakat dengan  sistem militerisme. Jasa seorang prajurit akan dihargai tinggi oleh  masyarakat, tanpa memerhatikan status atau kedudukannya semula.  Sering melalui karier dalam kemiliteran, seorang prajurit dapat  memperoleh kekuasaan dan wewenang yang lebih besar.
b. Lembaga-Lembaga Keagamaan  Setiap ajaran agama menganggap bahwa manusia mempunyai  kedudukan yang sederajat. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemukapemuka  agama bekerja keras untuk menaikkan kedudukan orang-orang  dari lapisan rendah dalam masyarakat. Selain itu, pemuka agama akan  semakin dihormati oleh masyarakat, apabila ia mampu membimbing  umatnya dengan baik.
c. Lembaga-Lembaga Pendidikan
Sekolah merupakan saluran konkret dari gerak sosial vertikal. Bahkan,  sekolah dapat dianggap sebagai social elevator yang mengantarkan  seseorang untuk bergerak dari kedudukan rendah menuju kedudukan  yang lebih tinggi.
d. Organisasi Politik
Suatu organisasi politik seperti partai politik dapat memberikan peluang  besar bagi anggota-anggotanya untuk naik dalam tangga kedudukan  yang lebih tinggi, terutama pada saat berlangsungnya pemilihan umum.  Agar seseorang terpilih dalam pemilu, ia harus membuktikan
kemampuannya terlebih dahulu. Dalam hal ini, organisasi politik menjadi  salah satu saluran pembuktian kemampuan diri.
e. Organisasi Ekonomi
Organisasi ekonomi memegang peranan penting sebagai saluran gerak  sosial vertikal. Pada umumnya, seseorang dengan penghasilan tinggi  akan menduduki lapisan sosial yang tinggi pula. Bahkan, faktor  ekonomi sering menjadi simbol status bagi kedudukan seseorang  dalam masyarakat.
f. Organisasi Keahlian
Yang dimaksud dengan organisasi keahlian antara lain himpunan  sarjana ilmu pengetahuan sosial, Ikatan Dokter Indonesia (IDI),  persatuan para pelukis, dan lain-lain. Organisasi-organisasi ini dapat  menjadi wadah bagi individu-individu yang tergabung di dalamnya untuk  mendapatkan nama, sehingga dianggap menduduki lapisan atas dalam  masyarakat.

3.      Mobilitas Sosial Antargenerasi
Mobilitas sosial antargenerasi ditandai oleh perkembangan  atau peningkatan taraf hidup dalam suatu garis  keturunan. Mobilitas seperti ini bukan menunjuk pada  perkembangan keturunan itu sendiri, melainkan kenaikan  kedudukan (status sosial) dari satu generasi ke generasi  berikutnya. Dengan kata lain, mobilitas sosial antargenerasi  yaitu perpindahan kedudukan seseorang/anggota masyarakat  yang terjadi antara dua generasi atau lebih. Contoh:  generasi orang tua (ayah ibu) dengan generasi anak.
Mobilitas antargenerasi dapat dibedakan menjadi dua  macam, yaitu mobilitas sosial intergenerasi dan mobilitas  intragenerasi.
a. Mobilitas Sosial Intergenerasi
Mobilitas sosial intergenerasi adalah perpindahan kedudukan  sosial yang terjadi di antara beberapa generasi dalam satu garis  keturunan. Mobilitas ini dibedakan menjadi dua, yaitu mobilitas  sosial intergenerasi naik dan mobilitas sosial intergenerasi turun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
SOSIOLOGI ONLINE © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. KAPTEN BUDI SULAIMAN