Rabu, 09 Januari 2013

PENGANTAR SOSIOLOGI


1.      Perkembangan sosiologi
a.        Perkembangan awal
Awal kelahiran Sosiologi tidak lepas dari asal mula masyarakat itu sendiri. Para pemikir Yunani kuno, terutama Sokrates, Plato, dan Aristoteles, beranggapan bahwa masyarakat terbentuk begitu saja. Tanpa ada yang bisa mencegah, masyarakat mengalami perkembangan dan kemunduran. Kemakmuran maupun krisis dalam masyarakat merupakan masalah yang tidak terelakkan. Perkembangan dan kemunduran tersebut pada saat itu dipercaya karena kehendak Tuhan, manusia hanya dapat menerima tanpa dapat berbuat apa-apa. Keadaan seperti ini terjadi pada abad 5 sampai abad ke-14.
b.      Abad pencerahan
Kemudian pada abad ke-17 mulai tumbuh pemikiran tentang hal yang bersifat ilmiah. Pada zaman ini ditandai oleh beragam penemuan di bidang ilmu pengetahuan. Derasnya pengaruh, membawa dampak yang besar mengenai perubahan masyarakat. Kemudian muncul sejumlah pemikir yang menekankan pentingnya metode ilmiah untuk mengamati masyarakat. Dari sinilah muncul embrio tentang sosiologi.
c.       Abad revolusi
Abad ke-18 terjadi revolusi sosial dalam masyarakat. Revolusi Amerika, Revolusi Industri, dan Revolusi Perancis menjadi pnegaruh terhadap kehidupan dunia. Pada masa Revolusi Industri, muncul kalangan baru dalam masyarakat, yaitu kaum kapitalis dan kaum buruh. Secara revolusioner, tatanan masyarakat mulai berubah, pada zaman ini embrio sosiologi mulai bertambah besar. Pada saat itu kesadaran manusia mulai berkembang bahwa ada sesuatu dalam masyarakat yang harus diketahui penyebab dan akibatnya.
d.      Kelahiran sosiologi
Pada abad ke-19, sejumlah ilmuwan menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial. Para ilmuwan itu berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan cirri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia. Ilmuwan yang sampai saat ini diakui sebagai Bapak Sosiologi adalah Auguste Comte karena dia orang pertama yang menggunakan nama sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang masyarakat. Pada saat ini lah sosiologi lahir di Eropa, karena pada saat itu peradaban eropa merupakan peradaban yang termaju.
2.      Pengetian sosiologi
Pendidikan Karakter: Memiliki kepedulian sosial dilingkungannya untuk mengetahui pengertian sosiologi.
Setelah mengetahui bagaimana sosiologi lahir, maka sangat perlu bagi kita untuk mengetahui sebenarnya apa itu sosiologi. Sosiologi lahir di Eropa, pada saat itu Aguste Comte lah pencetusnya. Orang yang bernama lengkap Auguste Marie Francois Xavier ini lahir di Perancis. Secara etimologi Sosiologi merupakan sebuah istilah yang berasal dari kata latin socius yang artinya teman/masyarakat, dan logos dari kata Yunani yang berarti pembicaraan, diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul “Cours De Philosophie Positive” karangan August Comte (1798-1857) pada tahun 1839. Jadi secara harfiah sosiologi adalah ilmu yang berbicara tentang masyarakat. Ada beberapa tokoh mendefinisikan sosiologi :
1.      Auguste comte : sosiologi adalah ilmu yang mempelajari manusia yang senantiasa mempunyai naluri untuk hidup bersama dengan sesamanya.
2.      Pitirim sorokin mengatakan bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari :
a.       Hubungan dan pengaruh gejala-gejala sosial ( Fenomena ekonomi, interaksi, perubahan sosial dan lain-lain).
b.      Hubungan timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non sosial (Geografis, Biologis, dan sebagainya)
c.       Ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial
3.      Roucek dan Warren mengemukakan, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.
4.      Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi, Sosiologi  adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.
Dari berbagai pengertian tersebut, dapoat disimpulkan bahwa, sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari interaksi-interaksi dalam masyarakat serta dampaknya.
3.      Ciri dan hakikat sosiologi
Ciri-cirinya, sebagai berikut.
a.       Empiris, artinya ilmu pengetahuan tersebut didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif.
b.      Teoritis, artinya suatu ilmu pengetahuan yang selalu berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil pengamatan.
c.       Kumulatif, artinya disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, atau memperbaiki, memperluas, serta memperkuat teori-teori yang lama.
d.      Nonetis, artinya pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik dan buruk masalah tersebut, tetapi labih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.
Hakikat sosiologi sebagai ilmu.
a.          Sosiologi adalah ilmu sosial.
b.      Sosiologi dapat digolongkan kedalam ilmu pengetahuan murni dan dapat pula menjadi ilmu terapan.
c.         Sosiologi merupakan pengetahuan yang abstrak dan bukan pengetahuan yang konkret. Artinya sosiologi ilmu yang dapat berkembang menurut perkembangan zaman.
d.      Sosiologi betujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum manusia dan masyarakatnya.
e.          Sosiologi merupakan pengatahuan umum.
4.      Objek Sosiologi
Objek studi sosiologi adalah masyarakat yang dlihat dari sudut hubungan antar manusia, dan proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat. adapun unsur-unsur dalam masyarakat tersebut diantaranya adalah manusia yang hidup bersama, bercampur untuk waktu yang cukup lama, dan kesadaran akan satu kesatuan.
5.      Kegunaan Sosiologi
a.       Perencanaan sosial
Merupakan kegiatan untuk mempersiapkan siswa kreatif dan aktif demi  masa depan kehidupan masyarakat secara ilmiah dan bertujuan untuk mengatasi berbagai hambatan.
b.      Penelitian
Dalam bidang penelitian siswa belajar jujur disiplin santun didalam kehidupan sehingga, sosiologi memiliki kelebihan dibandingkan ilmu-ilmu yang lain karena dapat memahami simbol kata-kata, kode, serta berbagai istilah yang digunakan oleh masyarakat sebagai objek penelitian empiris dan pemahaman pola-pola tingkah laku manusia dalam masyarakat.
c.       Pembangunan
Pada tahap perencanaan pembangunan sosiologi dapat berguna dalam mengadakan identifikasi-identifikasi terhadap berbagai kebutuhan masyarakat.shg bisa melakukan kerja sama antar masyarakat
d.      Pemecahan masalah sosial
Di dalam mengatasi masalah sosial juga harus melakukan kerja sama dengan melihat aspek sosiologisnya dengan tidak mengabaikan aspek lain. Soisologi menyelidiki persoalan-persoalan umum dalam masyarakat dengan maksud untuk menemukan dan menafsirkan kenyataan-kenyataan kehidupan kemasyarakatan. Jadi, diperlukan suatu kerja sama antar ilmu pengetahuan kemasyarakatan pada khususnya untuk memecahkan masalah-masalah sosial yang dihadapi.
6.        Tokoh-tokoh sosiologi
a.       Auguste Comte (Perancis, 19 Januari 1798)
Comte merupakan tokoh yang meletakan dasar sosiologi. Dia mempunyai cara berfikir yang luar biasa, dia mampu menceritakan kembali kata-kata yang tertulis dalam suatu catatan atau halaman buku dengan sekali baca saja. Dengan konsentrasi yang luar biasa ini dia mampu merumuskan perkembangan atau evoluasi pemikiran masyarakat. Teori besar ini dikenal dengan hukum tiga keadaan (Tiga Stadia)
1)      Tahap Teologi : dimana masyarakat masih menganggap semua yang ada di dunia ini adalah karena kekuatan gaib sehingga mereka cenderung memuja mahkluk gaib tersebut. Pada masa ini masa dimana orang mati menguasai orang hidup. (Animisme dan Dinamisme)
2)      Tahap Metafisik: pada tahap ini manusia masih percaya bahwa gejala-gejala di dunia ini disebabkan oleh kekuatan-kekuatan yang berada di atas manusia. Pada tahap ini manusia ataupun masyarakat sudah mencari penyebabnya tetapi masih digeluti dengan pemikiran gaib. Contohnya fenomena guntur, pada masyaraka tmetafisik hal ini karena dewa langit marah.
3)      Tahap Positif :merupakan  tahap di mana manusia telah sanggup untuk berpikir secara ilmiah. Pada tahap ini berkembanglah ilmu pengetahuan.
b.      Emile Durkheim (Perancis, 15 April 1858)
Durkheim membahas masalah pembagian kerja yang berfungsi untuk meningkatkan solidaritas. Menurutnya unsur baku dalam masyarakat adalah factor solidaritas. Dia beranggapan pembagian kerja tersebut dapat menciptakan solidaritas dalam masyarakat. Durkheim membagi solidaritas menjadi 2 tipe :
v  Solidaritas Mekanik : Tipe solidaritas yang didasarkan atas persamaan. Bisa dijumpai pada masyarakat yang masih sederhana ( desa).
v  Solidaritas Organik : tipe solidaritas yang didasarkan pada kepentingan-kepentingan. Contohnya dapat dijumpai di masyarakat perkotaan.
c.       Karl Mark (Jerman, 5 mei 1818)
Sumbangan Mark terhadap sosiologi patut diperhitungkan. dia hidup dalam masa kapitalisme, yaitu masa yang kaya semakin kaya dan miskin semakin miskin. Dia membagi masyarakat menjadi 2 kelas yaitu :
v  Kelas Borjuis : yaitu kelas dimana berisi orang-orang yang mengausai alat produksi dan modal.
v  Kelas Proletar : yaitu kelas yang berisi orang-orang yang tidak mempunyai alat produksi dan modal. Kelas proletar hanya dimanfaatkan tenaganya untuk kemakmuran kelas borjuis.
Teori nya disebut dengan teori kelas. Pada masa tersebut, terjadi ekploitasi terhadap kaum proletar. Mark hadir dengan menanamkan ideologi komunis dalam masyarakat. Komunis adalah tatanan masyarakat tanpa kelas. Dan masyarakat tanpa kelas ini juga yang menjadi tujuan teori dan ideologi mark.
7.      Metode-metode sosiologi
1.      Metode statistik
Metode ini banyak dipakai untuk menunjukkan hubungan atau pengaruh kualitas serta memperkecil prasangka pribadi atau  sepihak.
2.      Metode eksperimen
dibentuk atas dasar kerja sama pada dua kelompok, kelompok pertama merupakan kelompok eksperimen, sedangkan kelompok kedua sebagai kelompok kontrol. Setelah itu dibandingkan antara dua kelompok tersebut.
3.      Metode studi kasus
Digunakan untuk membentuk kepedulian dan kejujuran dengan cara menguji kebenaran peristiwa-peristiwa tertentu, misalnya gerakan-gerakan buruh untuk menuntut kenaikan gaji.
4.      Metode survei lapangan
Digunakan untuk memperoleh data yang hanya ada pada kehidupan masyarakat secara langusng.
5.      Metode partisipasi
Digunakan untuk membentuk kerja sama ,peduli dengan  mengadakan penelitian mendalam tentang kehidupan kelompok.
6.      Metode fungsionalisme
Bertujuan untuk meneliti kegunaan lembaga-lembaga kemasyarakatan dan struktur sosial dalam masyarakat.
7.      Metode studi pustaka
Merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mengambil data atau keterangan dari buku-buku literatur di perpustakaan.
8.        Konsep Realitas Sosial Di Masyarakat
Realitas sosial budaya dapat diartikan sebagai kenyataan-kenyataan sosial budaya dalam masyarakat. Sedang masyarakat adalah sebuah sistem, artinya masyarakat mempunyai unsur-unsur. Ingat menurut Selo sumardjan dan soelaeman Soemardi, masyarakat terdiri dari struktur sosial, Proses Sosial dan Perubahan sosial. Untuk mengkaji realitas sosial  budaya, maka akan kita klasifikasikan menjadi 3 aspek tersebut.
Ciri-ciri pokok masyarakat antara lain :
a.       Sekumpulan individu atau manusia yang hidup bersama
b.      Ada wilayah geografis
c.       Ada norma dan nilai
d.      Hidup bersama dalam jangka waktu yang relatif lama
e.       Adanya kesadaran individu sebagai bagian suatu sistem atau kelompok.
Masyarakat terdiri dari struktur, proses dan perubahan sosial. Kita melihat realitas dari aspek tersebut :
a.    Struktur Sosial adalah segmen-segmen/bagian-bagain/komponen-komponen dalm kehidupan sosial. Ciri dari struktur yang paling pokok adalah adanya suatu posisi yang tertinggi. Realitas sosial budaya yang masuk dalam aspek struktur sosial antara lain
·         Nilai, adalah kumpulan sikap/keyakinan terhadap suatu hal mengenai buruk, baik, benar, salah, patut atau tidak patut.
·         Norma, adalah bentuk kongret dari nilai sosial. Norma mempunyai kekuatan pengikat/sanksi. Di dalam masyarakat ada norma agama-norma adat-norma kesusilaan dan kesopanan-norma hukum.
·         Lembaga sosial (pranata Sosial), adalah suatu hubungan yang terorganisasi yang bterhimpun dari nilai dan norma serta berfungsi untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia atau masyarakat. Ada 5 lembaga sosial dalam masyarakat, yaitu lembaga keluarga, lembaga keagamaan, lembaga pemerintahan, lembaga perekonomian, lembaga pendidikan.
·         Status dan Peran adalah suatu posisi suatu individu dalam masyarakat dan pola tindakan yang dilakukan yang dimiliki oleh status tertentu.
·         Penyimpangan sosial. Kata lain dari penyimpangan sosial adalah social deviation atau deviasi sosial. Bentuk perilaku yang menyimpang dari nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
b.    Pengendalian Sosial, suatu usaha untuk mengalokasikan masyarakat agar bertindak sesuai dengan nilai dan norma.
Proses Sosial, pengatuh timbal balik antara berbagai bidang dalammasyarakat.
Realitas yang masuk dalam aspek ini adalah :
·         Interaksi Sosial, hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok atau antar kelompok. Interaksi merupakan unsur utama dalam proses sosial. Sehingga bisa saling menghargai sopan dan perhatian.
·         Sosialisasi, merupakan proses belajar individu di masyarakat. Serta proses penanaman nilai dan norma terhadap individu.
·         Kebudayaan, merupakan suatu hasil dari interaksi manusia. Dengan kata lain kebudayaan adalah hasil karya, rasa dan cipta dari manusia yang didapatkan dari keanggotaannya dalam masyarakat.
c.       Perubahan Sosial budaya adalah perubahan struktur dan budaya dalam masyarakat.
9.        Hubungan Antar Realitas Sosial Budaya
Masyarakat merupakan suatu sistem yang saling berhubungan. Artinya setiap unsur didalamnya saling terkait. Begitu pula dengan satu sama lain realitas sosial budaya. Contoh hubungan tersebut antara lain :
a.       Masyarakat dengan Interaksi sosial. Masyarakat tercipta karena adanya interaksi dan sebaliknya. Tidak ada masyarakat tanpa adanya interaksi
b.      Status dan Peran, status sosial seseorang dalam masyarakat menentukan peran dia sebagai anggota masyarakat. Contohnya Seorang guru atau pendidik, status ini mengharus kan dia untuk menjadi panutan para siswanya.
c.       Nilai, norma dan sosialisasi. Nilai dan norma merupakan suatu aturan yang harus diketahui oleh setiap individu dalam masyarakat. Karena itu lah perlu adanya sosialisasi dalam masyarakat. Yakni pengenalan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat terhadap setiap anggota dalam masyarakat.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
SOSIOLOGI ONLINE © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. KAPTEN BUDI SULAIMAN