Rabu, 09 Januari 2013

RANCANGAN METODE PENELITIAN




A. PENGERTIAN
penelitian sosial adalah suatu metode analisis situasi dan merumuskan pelbagai masalah sosial dengan maksud untuk menemukan aspek-aspek yang baru, memahami sebab musabab beserta interelasinya, mengoreksi, mengadakan verifikasi dan memperluas pengetahuan yang semuanya sangat diperlukan bagi pengembangan teori-teori dan tindakan-tindakan praktis.
B. MACAM- MACAM PENELITIAN SOSIAL 
1. dilihat dari tujuannya
a. Penelitian Eksploratif (Explorative Research)
Penelitian eksploratif (explorative research) adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk menemukan suatu pengetahuan baru yang sebelumnya belum ada. Misalnya, penelitian tentang etos kerja masyarakat suku Dayak di pedalaman Kalimantan.
b. Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih detail mengenai gejala atau fenomena. Penelitian ini bisa juga dikatakan sebagai kelanjutan dari penelitian eksploratif. Contoh, penelitian tentang kemiskinan di suatu daerah.
c. Penelitian Eksplanatif
Penelitian eksplanatif adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk menemukan penjelasan tentang mengapa suatu kejadian atau gejala terjadi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah gambaran mengenai hubungan sebab akibat. Contoh, penelitian tentang hubungan antara interaksi keluarga dengan kenakalan anak.
d. Penelitian Verifikatif (Verificative Research)
Penelitian verifikatif (verificative research) adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk menguji suatu teori atau hasil penelitian sebelumnya, sehingga diperoleh hasil yang memperkuat atau menggugurkan teori atau hasil penelitian sebelumnya. Misalnya, penelitian untuk menguji teori konflik milik Ralp Dahrendorf.
e. Penelitian Pengembangan (Development Research)
Penelitian pengembangan (development research) adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan, memperluas, dan menggali lebih dalam sebuah teori yang dimiliki oleh ilmu tertentu. Melalui penelitian-penelitian ini tercipta teknologiteknologi baru yang akhirnya dikenal dengan R dan D (Research and Development).
2. dilihat dari pendekatan yang digunakan
a. Penelitian Survei
Penelitian survei adalah penelitian yang digunakan untuk mengambil suatu generalisasi dari suatu pengamatan terbatas menjadi kesimpulan yang berlaku umum bagi populasi. Penelitian survei dapat juga dilakukan terhadap populasi secara keseluruhan, yang biasa disebut dengan sensus. Contoh, sensus jumlah penduduk di suatu kota.
b. Penelitian Expost Facto
Penelitian expost facto adalah penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut ke belakang melalui data untuk menemukan faktor-faktor yang mendahului atau menentukan sebab-sebab yang mungkin atas peristiwa yang diteliti. Penelitian jenis ini menggunakan logika dasar jika ”X” maka ”Y”. Contoh, penelitian tentang interaksi dalam keluarga terhadap kenakalan anak atau penelitian status sosial ekonomi terhadap partisipasi dalam masyarakat.
c. Penelitian Eksperimen
Penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan untuk menemukan hubungan sebab akibat antarvariabel dengan cara melakukan kontrol langsung terhadap faktor penyebab. Dengan demikian, penelitian ini menggunakan logika dasar yang sama dengan penelitian expost facto yaitu jika ”X” maka ”Y”. Hanya saja dalam penelitian eksperimen seorang peneliti bisa merancang dan merekayasa objek yang akan diteliti. Contoh, penelitian dampak lampu terhadap semangat kerja buruh di suatu pabrik.
d. Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang berusaha memahami kejadian sosial berdasarkan pandangan-pandangan subjektif dari para pelaku. Penelitian jenis ini menganggap masyarakat adalah kumpulan dari individu-individu manusia sebagai subjek. Berbeda dengan penelitian-penelitian jenis lain yang memandang manusia yang diteliti sebagai objek. Dalam penelitian kualitatif, kelompok yang teliti dipandang sebagai manusia yang mempunyai ekspresi, perasaan, emosi, dan pandangan yang tidak mudah diungkap dengan angket. Oleh karena itu, penelitian jenis ini mengandalkan teknik wawancara mendalam (depth interview) dalam penggalian datanya. Contoh, penelitian tentang peranan ibu dalam sebuah keluarga.
e. Content Analysis
Content analysis adalah penelitian yang dilakukan dengan maksud menggali isi dan maksud pesan-pesan yang terkandung pada bahan-bahan atau sumber tertentu, kemudian memberi makna pada pesan yang terkandung di dalamnya untuk menggambarkan gejala sosial yang terjadi. Sumber data dalam penelitian ini berupa enda-benda hasil karya manusia seperti buku, nyanyian, lukisan, puisi, surat kabar, pidato, dan lain-lain. Menguak Jenis Penelitian Melalui Pertanyaan
C. MANFAAT PENELITIAN SOSIAL
Menurut Siti Partini (sebagaimana dikutip Arif Rohman : 2002) secara umum penelitian sosial memiliki beberapa kegunaan sebagai berikut.
a. Penjajakan (eksploratif), yaitu berguna untuk mencari cara-cara kemungkinan terbaik dalam memecahkan problem sosial, sehingga sifatnya masih mencoba dan terbuka. Misalnya, penelitian sosial yang ingin mencari cara-cara terbaik untuk menanggulangi masalah tawuran pelajar.
b. Deskriptif, yaitu berguna untuk pengukuran yang cermat terhadap fenomena sosial tertentu. Contoh, penelitian sosial tentang jumlah pengangguran, manusia lanjut usia, dan tingkat pendidikan masyarakat suatu kabupaten.
c. Eksplanatori, yaitu berguna untuk menjelaskan sebabsebab yang melatarbelakangi suatu keadaan sosial tertentu. Misalnya, penelitian sosial tentang pengaruh televisi terhadap kepribadian seorang anak.
d. Evaluatif, yaitu berguna untuk mengetahui seberapa jauh tercapainya tujuan yang ditetapkan pada awal program. Misalnya, penelitian sosial untuk mengetahui cara kerja sebuah organisasi sosial.
e. Prediktif, yaitu penelitian sosial berguna untuk meramalkan kejadian atau fenomena sosial yang akan terjadi. Misalnya, penelitian tentang akibat ke depan dari banjir lumpur panas Sidoarjo.
D. PERSIAPAN PENYUSUN RANCANGAN PENELITIAN
1. pengertian dan manfaat penelitian
Rancangan penelitian adalah pokok-pokok perencanaan seluruh penelitian yang tertuang dalam suatu kesatuan naskah secara ringkas, jelas, dan utuh. Biasanya rancangan penelitian berisi judul penelitian, latar belakang penelitian, masalah penelitian, tujuan penelitian, hipotesis, metodologi penelitian, dan tinjauan kepustakaan.
rancangan penelitian
mempunyai manfaat yang besar bagi kelancaran sebuah penelitian.
Adapun manfaat tersebut antara lain:
a. Rancangan penelitian memberi pegangan yang jelas kepada peneliti dalam melakukan penelitian. Sebagaimana seorang teknik sipil yang akan membangun sebuah jembatan. Seorang teknik sipil tahu betul bahan-bahan apa yang akan digunakan, ukuran-ukuran dan bentuk-bentuk serta waktu pelaksanaan yang tepat dalam membangun jembatan. Kesemua itu ditentukan dalam rancang bangun. Tanpa adanya sebuah rancang bangun, apa yang akan terjadi dalam membangun jembatan? Tentunya akan menghasilkan sebuah jembatan dengan kualitas yang buruk. Demikian pula, penelitian sosial memerlukan rancangan penelitian untuk hasil yang dapat dipercaya.
b. Rancangan penelitian menentukan batas-batas penelitian yang
berhubungan dengan tujuan penelitian. Dalam rancangan penelitian dijelaskan pula tentang tujuan penelitian. Dengan tujuan penelitian maka peneliti mempunyai arah dan petunjuk yang tepat dalam penelitian sehingga kegiatan penelitian menjadi terpusat kepada objek yang benar.
c. Rancangan penelitian memberikan gambaran tentang apa yang
harus dilakukan dan kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi saat penelitian. Dengan rancangan penelitian, seorang peneliti mampu mengambil sikap dan keputusan yang tepat dalam mengatasi masalah saat penelitian.
2. menentukan topic penelitian
hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam menentukan topik penelitian, menurut Suryati Sidharta sebagai berikut.
a. Topik dipandang penting dan cukup menarik untuk diteliti.
b. Peneliti mempunyai potensi keahlian dalam bidang yang akan diteliti.
c. Ada sumber data yang memadai.
d. Topik tersebut dapat memberi kontribusi pada pengembangan ilmu.
e. Ada ketercukupan data.
 f. Topik tersebut tidak terlalu sederhana dan tidak terlalu sulit.
3. menentukan judul penelitian
Di dalam menentukan judul penelitian ada beberapa pedomanpedoman yang perlu diperhatikan, antara lain:
a. Judul harus ditulis secara singkat, padat, dan jelas.
b. Judul harus mencerminkan spesifikasi permasalahan yang diteliti.
c. Judul harus memuat variabel-variabel utama yang dilibatkan dalam penelitian.
d. Judul harus menyebutkan secara jelas jenis hubungan antarvariabel.
e. Judul harus mengungkapkan objek yang diteliti.
4. Merumuskan Masalah penelitian
Setelah topik permasalahan dan judul penelitian diperoleh, maka
topik tersebut harus dirumuskan secara eksplisit di dalam rancangan penelitian. Masalah-masalah yang akan dirumuskan harus memerhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut.
a. Menggunakan kalimat pertanyaan.
b. Mengungkapkan variabel-variabel penelitian.
c. Mengungkapkan jenis hubungan antarvariabel yang ada.
d. Mengungkapkan objek penelitian.
Contoh rumusan masalah penelitian.
”Apakah tingkat pendidikan dapat berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan PT Sentosa Jaya?”
5. menentukan subyek penelitian
Subjek penelitian adalah sumber tempat kita memperoleh keterangan atau data penelitian. Pemilihan subjek penelitian harus sesuai dengan objek penelitian. Dalam hal ini, objek penelitian adalah topik penelitian. Berdasarkan objek penelitian, kita dapat menemukan subjek mana yang akan kita pilih sebagai sumber data.
6. menentukan pendekatan dalam penelitian sosial
a. Pendekatan Kualitatif
Pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang berusaha menangkap kenyataan sosial secara keseluruhan, utuh, dan tuntas sebagai suatu kesatuan kenyataan. Menurut pendekatan ini, objek penelitian dilihat sebagai kenyataan hidup dinamis, dan memiliki dimensi pikiran, perasaan, dan subjektivitas yang unik. Melalui pendekatan ini, peneliti berupaya menghasilkan data yang sifatnya deskriptif, yaitu data yang diucapkan atau ditulis oleh objek penelitian itu sendiri dan perilaku mereka yang dapat diamati. Termasuk dalam pendekatan ini adalah metode grounded research, metode ethnografis, dan metode historis.
b. Pendekatan Kuantitatif
Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang berusaha untuk mengungkap kenyataan sosial dengan melihat saling ketergantungan antara variabel satu dengan variabel lainnya. Di dalam pendekatan ini, objek penelitian dilihat sebagai fakta atau variabel yang tetap dan dapat diangkakan (dikuantifikasikan) serta hasilnya dapat diolah dan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik statistik. Termasuk dalam pendekatan ini adalah metode penelitian survei dan metode eksperimen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
SOSIOLOGI ONLINE © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. KAPTEN BUDI SULAIMAN